Selasa, 25 April 2017

Roda

suara parau berbisik dalam dada
terkadang pilu, adakalanya bahagia
hanya diri ini yang bisa merasakan
tak ada lagi yang tahu,
selain seonggok daging ini dan sang penciptanya

begitu seterusnya...
benar-benar seperti roda yang sedang berputar
kisah seonggok daging dengan pernak pernik cerita
cerita dari Sang Maha Penyusun skenario hidupnya

saat sebuah kisah datang dengan kabar gembira
sang manusia hanya memohon kepada Sang Pemilik Dunia:
Ya Robb, jangan kau cabut kebahagiaan hamba
Kau lah yang mempunyai segala kebaikan
berikanlah kebaikan kepada hamba, dan ridhoilah

saat sebuah kisah menghampiri dengan segala kesusahan
sang manusia hanya memohon kepada Sang Pemilik Dunia:
Ya Robb, Kuatkan hamba, kuatkan hamba, kuatkan hamba
Engkaulah yang Maha Lembut
Maka lembutlah terhadap hamba, kasihanilah hamba

Dalam perjalanan terjal kehidupan,
Sang Pencipta selalu berbisik pada se-onggok daging:
Laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa
Laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa
Laa yukallifullahu nafsan illaa wus'ahaa
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya
Innama'al usri yusraan
Innama'al usri yusraan
Innama'al usri yusraan
Sesungguhnya bersama sebuah kesulitan, ada kemudahan-kemudahan 

Alhamdulillah...
Allah mencintai sang manusia.

--------------------------------------------------------------------------------

Puisi ini dibuat oleh sang penulis ketika penulis merasakan sedih, (sekarang? Iya sekarang)
Dan Alhamdulillah ketenangan sudah datang menghampiri. #memang, selain berdoa, menulis juga bisa sebagai obat kegundahan wkwk (y)
bagi yang sedang galau, galau kehidupan, kerjaan, masalah sekolah ataupun masalah Jodoh #Opps :) ,
serahkan pada-Nya... Intinyaaa kurang-kuranginlaaah galaunya... wkwkwk
Sebesar apapun batu dalam kehidupan kita,
Ingatlah, harapan dan rahmat besar melintang, segunung, seluas lautan setinggi arsy-Nya, pokoknya besarnya tak hingga deh, bisa kita minta kok ke Allah... Tinggal minta sama Allah :)

Oke guys :)
Semangaat!

-esok mentari kan datang, bawa sejuta harapan---- :)

Minggu, 16 April 2017

Lorong itu

Matanya sayu, agaknya kosong, menatap lorong kecil ramai perawat yang lalu lalang mengantarkan obat dari kamar ke kamar. Aku sekilas menatap seorang wanita paruh baya yang duduk di atas ranjang putih, ketika aku sedang berjalan menuju ke tempat fotokopi-an untuk menggandakan beberapa lembar kertas kecil. Yah, aku hanya  membatin sepersekian menit, apa sekiranya yang sedang dipikirkan oleh wanita itu. Tak lama kemudian, aku pun tersibukkan kembali oleh kertas-kertas kecil di tangan yang harus kuurutkan satu per satu.

Keesokan harinya, nenek memintaku untuk mengambil beberapa data ke laboratorium. Tempat laboratorium terletak lumayan jauh dari kamar nenek dirawat. Kali ini, aku harus melewati beberapa paviliyun, tempat pasien dirawat karena penyakit yang berbeda-beda. Dag-dig-dug, jantung ini mulai berdebar, ditambah anak-anak kecil menangis kesakitan, kakek2 dan nenek2 mengomel agaknya meronta karena penyakitnya. Aku tak paham benar memang, penyakit apa yang sedang diderita mereka. Yang kubaca hanyalah ICU, ICU sentral, paviliun mawar dll. Bukan tidak sengaja, dengan sedikit mengintip sambil berjalan di sebuah lorong yang sedikit remang, aku menyaksikan beberapa orangtua sedang terkapar lemas dengan tubuh pucat kekuningan. Sebelah kanan, terlihat anak-anak yang hampir seluruh lengannya terbungkus kasa-sambil menangis-. Beberapa meter kemudian, terlihat belokan ke arah kiri, refleks, mataku melesat menatap suatu ruangan berjudul "ICU Jantung" berisikan beberapa pasien dengan bantuan beberapa selang untuk membantu pernafasan (barangkali). Mulai pusing, jika ada cermin disekitaran, aku pasti sudah menyaksikan alangkah pucat wajah ini.

Seusai dari laboratorium, aku memutuskan untuk mengambil lorong berbeda untuk dilewati. "Ini lorong yang kulewati kemarin" bisikku. Yang terlihat kali ini berbeda, aku melewati ruang operasi dengan beberapa dokter keluar dengan membawa jas biru di lengannya dan beberapa perawat berbicang-bincang riang, entah topik apa yang dibicarakan sehingga mereka terlihat bahagia. Tanpa beban. Suasana yang cukup menghiburku. Pikiranku mulai melayang, "apa yang telah mereka kerjakan adalah mimpiku di masa lalu yang kandas, hehe". Tapi, jikapun aku terjun didalamnya aku pasti sudah mengudurkan diri lebih awal hehehe. "Allah has given the right way for me" Chemical Engineering. :). Melihat mereka entah mengapa, sebuah keinginan muncul untuk sekedar melihat dan membaca 'kode-kode' dan grafik yang tertera pada kertas-kertas tebal di tanganku, yang kebetulan map pembungkusnya tidak terkunci. aku duduk sebentar di sebuah tempat duduk kosong yang baru saja kutemukan, bersanding dengan ibu-ibu yang sedang sibuk gedgetnya. Ku bolak balik kertas-kertas hasil lab di tanganku, mencoba mengartikan meskipun hanya sedikit yang bisa kupahami, entah pemahamanku salah atau salah kaprah. hehe. Selesai, lalu kututup file-file itu.

Ketika hendak beranjak, tepat didepan pandangan kulihat seorang ibu dengan pandangan kosong. "itu wanita yang kulihat kemarin''. Kali ini dia sedang ditidurkan di atas ranjang beroda, sepertinya hendak dipindahkan ke ruangan ICU. Seorang bocah, mungkin putranya, sekitar 14 tahunan berjalan cepat ikut mengantakan ibunya bersama 2 orang perawat yang mendorong ranjang dan memegang infus. Tanpa menangis, anak itu hanya berkata kepada ibunya "Bu, ndang waras yoo". Ibunya hanya membalas dengan tatapan memelas lalu tersenyum kecil agaknya memaksa. Seketika mereka berlalu, benar-benar sebuah drama singkat namun menyayat. hiks.

Ku lanjutkan perjalananku melewati lorong-lorong rumah sakit. Tak ada yang menarik. Tapi tetap saja, aku tersibukkan oleh pikiran-pikiran. Sungguh, nikmat utama yang harus disyukuri setelah nikmat islam adalah kesehatan. Kini, tubuh sehat bugar yang kumiliki bisa ku arahkan semauku, aku bisa melakukan apa saja; beribadah, belajar, menjelajah, bercandan dengan teman-teman, dengan kucing, ah.. Nikmat ini, jangan Kau ambil Ya Allah... T.T

Minggu, 20 Desember 2015

Pengalaman Seleksi Beasiswa LPDP (Bagian III: Seleksi Wawancara)

Tahap selanjutnya setelah kita telah dinyatakan lolos seleksi administrasi adalah mengikuti seleksi substansi wawancara. Terdapat tiga jenis tes dalam 'seleksi substansi wawancara' yaitu; wawancara (yang nilainya tertinggi yaitu 70%), Leaderless Group Discussion (LGD) dan Writing Essay on the Spot yang keduanya mempunyai nilai total sebesar 30%. #Penilaian ini katanya orang2 sih, hehe. Namun alangkah baiknya jika kita mempersiapkan semuanya sebaik mungkin.

1. Persiapan
Mengapa saya membuat point tersendiri untuk persiapan? karena penelitian menunjukkan bahwa komposisi keberhasilan adalah 70-80% dari persiapan dan sisanya merupakan action pada hati H.
persiapan meliputi; Usaha, berdoa dan jangan lupa jaga kesehatan :).
Saat saya mendaftar saya memlilih lokasi wawancara di kota Surabaya. Bermaksud untuk memilih kota terdekat dari kabupaten Jombang, ternyata mendapat bonus memiliki waktu panjang yaitu sekitar tiga minggu untuk persiapan, hehe. Tentu saja saya senang, mengapa? karena saya merasa diri saya kurang pantas untuk menjadi awardee LPDP, sehingga saya harus berusaha lebih. Waktu banyak=Usaha dan do'a semakin banyak hehe. Iya, karena memang setiap kota (Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya) mempunyai waktu yang berbeda. ada yang selang 1 minggu setelah pengumuman Administrasi, ada yang 2 minggu dst.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa LPDP tidak membatasi kuota pelamar maupun penerima, namun ternyata 'kriteria' yang diminta oleh LPDP juga pasti tidak asal-asalan. Yah, karena dana bersumber dari uang rakyat, sejatinya beasiswa ini adalah amanah rakyat Indonesia. huhu.

Oke, apa saja persiapan yang saya lakukan? yang pertama pastinya blog walking pengalaman para awardee, lalu mengikuti seminar yang alhamdulillah memberikan saya beberapa tips. Seminar tersebut diisi langsung oleh reviewer dari LPDP, dan beliau mengatakan bahwa; kerucutkanlah mimpi Anda! Anda ingin menjadi seorang praktisi kah? Dosen kah? atau yang lainnya. Lalu spesifikkan mimpi Anda tersebut, ingin memasuki Instansi mana?. Intinya LPDP menerima pelamar yang jelas kelak apa yang bisa kita persembahkan untuk Indonesia. Konkret. Contohnya, Saya Ingin menjadi dosen di Universitas asal saya, karena Jurusan saya adalah jurusan baru sehingga saya memiliki peluang tersebut, saya ingin menjadi dosen yang aktif dalam hibah penelitian....bla..bla..bla.. Intinya harus spesifik :)

Yang kedua, karena saya bercita-cita menjadi dosen, sehingga saya harus mengumpulkan beberapa bekal untuk bisa bertahan. #eaa...maksudnya? yah, saya melakukan survey kepada teman2 sangkatan saya 'cita2 mereka setelah menyadang gelar ST, Teknik Kimia'. Alhasil hanya 3 dari 60 responden memiliki cita-cita menjadi dosen. Miris, sekaligus membahagiakan saya haha. Karena menurut saya lulusan UB berpotensi menjadi dosen. Tidak cukup ini saja, saya juga mengutarakan mengapa saya ingin menjadi dosen, yah, tentunya terkait dengan pengalaman2 saya di masa perkuliahan, mengenai PKM, riset dosen dll.

Yang Ketiga, pahami benar-benar essay yang telah Anda buat. Jikalau terdapat perubahan, sampaikanlah dengan baik2 (ketika wawancara) dan akuilah bahwa yang ini salah, kurang tepat atau bagaimana.

----------------

Jadwal pelaksanaan LGD, Writing Essay on the Spot maupun wawancara telah diatur sedemikian oleh LPDP sehingga setiap peserta mempunyai waktu yang berbeda-beda :). Saya mendapat jadwal 2 hari tes, dimana LGD dan Writing dilaksanakan pada tanggal 25 November dan Verifikasi dan Wawancara pada tanggal 26 November. Ada juga peserta lain yang mendapatkan hari yang sama dalam ketiga jenis tes tersebut, ada juga yang terpisah di hari yang berbeda seperti saya.
Berangkat ke Surabaya pada hari selasa tanggal 24 dan menginap di salah satu sahabat yang tinggal di sana. Alhamdulillah rumah beliau dekat dengan lokasi tes, di Gedung Keuangan Negara Jl. Indrapura 5.

Saya berangkat kelokasi ...........
-maaf, to be continued-

Pengalaman Seleksi Beasiswa LPDP (Bagian II: Seleksi Administrasi)

Sebelumnya, saya terlebih dahulu akan menjelaskan apa itu beasiswa LPDP. Sebenarnya nama beasiswanya adalah Beasiswa BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia), sedangkan LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) adalah nama lembaga yang mengelola beasiswa ini. Namun, kebanyakan orang lebih nyaman menyebutnya beasiswa LPDP, termasuk saya, heheh. Program Beasiswa Magister dan Doktor LPDP adalah program beasiswa yang dibiayai oleh pemerintah Indonesia melalui pemanfaatan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional (DPPN) yang dikelola LPDP, Kementerian Keuangan RI untuk studi program Magister dan Doktor di Dalam maupun Luar Negeri. Adapun sasaran bantuan program beasiswa ini adalah Warga Negara Indonesia yang memiliki kemampuan akademik dan kepemimpinan yang cukup baik. 

Bidang ilmu yang menjadi fokus LPDP yang terdiri atas :
1. Teknik
2. Sains
3. Pertanian
4. Akuntansi dan Keuangan
5. Hukum
6. Agama
Namun, tidak menutup kemungkinan untuk bidang yang lain juga bisa mendaftar, hanya saja ke-6 bidang tersebut sedang diberi prioritas lebih oleh LPDP.
Ada beberapa jenis beasiswa yang dikelurkan oleh LPDP, antara lain:
1. BPI Magister dan Doktor (Dalam dan luar negeri).
2. Afirmasi (Magister dan Doktor Dalam dan Luar Negeri).
3. Spesialis Kedokteran.
Alhamdulillah saya mendaftar beasiswa Afirmasi Alumni Bidik Misi. adapun jenis beasiswa Afirmasi terdiri atas:
1. Afirmasi 3T (berikut daftar daerah 3T klik http://www.lpdp.kemenkeu.go.id/wp- content/uploads/2015/07/Daftar-Daerah-3T-2015.pdf)
2. Alumni Bidik Misi
3. Miskin Berprestasi
4. Olimpiade Sains
Saya mempunyai pengalaman unik tersendiri menurut saya, karena peristiwa jatuh bangun, hal-hal aneh, lucu, berbaur menjadi nano-nano :D. #Maafkan, mulai Geje -_-.
Beasiswa afirmasi sebenarnya dibuka 2 kali dalam setahun. Namun entah mengapa di tahun ini dibuka kembali untuk periode III seleksi bulan November 2015. Dan tahukah teman-teman, pengumuman pembuakaan/pendaftaran beasiswa Afirmasi periode III yaitu tepat pada tanggal 9 Oktober 2015 melalui web LPDP, sedangakan deadline pengumpulan berkas tanggal 19 Oktober. Dan Alhamdulillah saya mengetahui pengumuman tersebut melalui grup WhatsApp tepat satu minggu sebelum deadline which means saya mempunyai waktu satu minggu untuk mempersiapkan semua berkasnya. Cukup melelahkan karena saya harus bolak balik Jombang-Malang #Jombang adalah kota kelahiran sekaligus tempat tinggal saya, Malang adalah kota yang telah membuat saya mempunyai gelar ST (Sarjana Teknik) Universitas Brawijaya. #eaa.. Lupakan -_-. 
Back to the topic, adapun berkas-berkas yang harus disiapkan adalah
1. Ijazah
2. Transkrip
3. Setifikat bahasa (TOEFL ITP min 500 untuk Master dan Doktor DN, 550 untuk LN atau IELTS min 6.5, 400 untuk Afirmasi Master dan Doktor DN dan 450 untuk Doktor LN).
4. Surat keterangan sehat, bebas narkoba dan babas TBC (untuk tujuan Luar Negeri) dimana ketiganya dikeluarkan oleh instansi pemerintah (RSUD), namun kemarin surat TBC saya peroleh dari puskesmas masih diterima oleh pihak verivikasi dokumen, padahal sebenarnya tidak diperbolehkan. Saya terpaksa meminta surat TBC dari puskesmas, karena keterbatasan waktu pada saat itu.
5. SKCK (dibawa pada saat wawancara)
6. Surat Rekomendasi
7. LoA Unconditional (boleh ada/belum)
8. Rencana Studi 
Untuk Afirmasi terdapat beberapa berkas tambahan silahkan lihat di pedoman ya, hehe.
selain itu kita diharuskan untuk menulis dua essay (dalam bentuk B. Indonesia) yang bertemakan "Kontribusiku bagi Indonesia" dan "Kesuksesan Terbesar dalam Hidupku". Sedikit mungkin yang bisa saya sarankan adalah jadilah diri sendiri ketika menulisnya (karena semua manusia diciptakan mempunyai sisi unik/kelebihan), jujur, jangan berlebihan, dan bersifatlah humble (rendah hati). Untuk essay 'kontribusiku' jabarkanlah mimpi anda untuk mengubah negeri ini menjadi lebih baik, lalu refleksikan kepada diri Anda yang kemudian apa yang bisa anda lakukan (sesuai dengan kemampuan/kelebihan/passion yang Anda miliki) dan tunjukkan hubungannya dengan apa saja yang pernah anda lakukan. Sedemikian rupa, insyaa Allah. 
Begitu pula dengan essay 'kesuksesan terbesar', ketika itu saya menulis tentang keberhasilan saya mendapatkan beasiswa bidikmisi, dimana perjuangan saya dikala itu ditemani oleh orang2 yang saya sayangi. Saran saya, tetap yaitu Jadilah diri sendiri dll. dan jangan terkesan sombong. Oh, one more thing, adakan proofreader, sehingga mungkin kita bisa mengikuti/mengerti alur tulisan kita, bisa jadi orang lain tidak. That's what I did, hehe.
Alhamdulillah, dalam waktu satu minggu saya telah selesai mempersiapkan seluruh berkas dan siap kirim. FYI, saya sangat bersyukur telah mempunyai sertifikat TOEFL ITP yang saya dapatkan pada bulan Agustus (saya Lulus pada tanggal 13 Juli 2015, dan wisuda tanggal 12 September), ya, meskipun ber-skor 460, hehe, yang awalnya saya mengganggap sertifikat tersebut menunjukkan kegagalan saya, ternyata Alhamdulillah akhirnya bisa saya gunakan untuk mendaftar beasiswa T.T.
Inilah saya, seorang deadliners. Saya mengirim/upload semua berkas mulai pukul 17.00 tanggal 19 Oktober (deadline submit). Dan, apa yang terjadi pemirsa????? Loading abadi... Ya Allah, saya pasrah pada saat itu. Saya tinggal makan, sholat dll, dan akhirnya saya menunggunya hingga pukul 23.55, hmmm kurang 5 menit lagi. Ternyata hingga pukul 01.00 tgl 20 Oktober pun masih belum bisa upload. Ya sudahlah, pikir saya, lalu tidur. Keesokan harinya setelah sholat maghrib Bapak saya menyuruh untuk tetap mengirimkan aplikasi saya. Lalu saya upload dan submit. Berhasil, namun saya tak tahu akan diproses kapan. Yah, kemungkinan terburuk akan diproses tahun 2016. Tak apalah.
Satu hari kemudian munculah pengumuman di medsos, FB dan Twitter akun LPDP RI yang mengumumkan bahwa para pendaftar yang submit setelah tanggal 19 Oktober secara otomatis akan diproses pada periode I 2016. Reaksi saya: Okelah, all is well, hehe.
(2 minggu kemudian, 2 November 2015 setelah maghrib)
Cringg.... saya mendapat SMS dari 'INFO', "hasil seleksi substansi administrasi beasiswa Afirmasi LPDP telah diumumkan, silahkan cek e-mail Anda". What? Jelas saya kaget, 'ini apa gak salah kirim?'. Saat itu saya masih menjaga nenek di rumah sakit, Alhamdulillah saya membawa laptop plus modemnya, sehingga langsung saya membuka email. Alih-alih biar nggak bosen di RS, hehe, eh malah dapat kejuatan berhadiah dari Allah :'). Dan hasilnya adalah.... saya lulus Seleksi Administrasi, Allahu Akbar. Kun fayakun.
Mungkin sekian dulu untuk Bagian II, semoga memberikan manfaat. :)

Pengalaman Seleksi Beasiswa LPDP (Bagian I)

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa menulis tulisan dengan topik ini. Kalau boleh jujur, sebenarnya tulisan ini merupakan satu bentuk rasa syukur saya dan rasa terimakasih kepada para penulis blog "tentang pengalaman/ tips trik tembus LPDP" dsb, yang sangat membatu saya dalam persiapan administrasi hingga proses wawancara. Atas dasar tersebut saya ingin ikut membagikan pengalaman yang juga saya harapkan menjadi suatu hal yang bermanfaat untuk para 'blog walking' #seperti saya dulu hehe. Dan sebelumnya saya ingin mengucapkan banyak terimakasih kepada teman-teman, mbak Upit (Awardee LPDP University of Adeleide) yang setiap saat saya repoti dan selalu siap saat saya jatuhi pertanyaan2, maaf ya mbak :(, mbak Ria (Awardee LPDP University of Adeleide), mbak Ita (Awardee LPDP ITB), dan mbak2 dan mas2 lainnya yang telah banyak membantu saya. maaf tidak bisa saya sebutkan namanya satu persatu.

Akhir tahun 2014, saya menuliskan sesuatu kedalam "daftar mimpi 2015" yaitu "2015-Tembus LPDP" dan itu artinya kurang lebih 1 tahun saya mempersiapkan untuk bisa masuk kedalam beasiswa ini. Ya, mungkin beberapa orang menganggapnya terlalu gila, atau biasa saja. Namun, hal tersebut saya lakukan lantaran sangat paham dengan segala kekurangan yang saya miliki, sehingga menuntut saya untuk berusaha lebih keras :). Berbekal kata-kata mutiara dalam Al-Qur'an:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri" QS 13:11.
"Sesungguhnya sesudah kesulitan, pasti ada kemudahan" QS. Al-Insyirah:6

 Alhamdulillah, tepat tanggal 10 Desember 2015 saya telah dinyatakan sebagai Awardee LPDP negara tujuan Australia :). 

Masih teringat dibenak saya, saat masih berkutat dengan skripsi tercinta (Jan-Juni 2015) saya selalu melakukan blog walking para awardee LPDP, alih-alih mendapatkan semangat dan ingin ikut mengalir kedalam euforia mereka, heheh. 

#Point
Yupp, kalau menurut saya, persiapan awal jika memang Anda berniat untuk menuntut Ilmu hingga jenjang S2 adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang beasiswa yang Anda impikan dan juga tentunya Universitas yang ingin Anda tuju. Jauh sebelum Anda apply. Informasi bisa kita dapatkan dari seminar-seminar scholarship maupun dari blog walking. Sangat baik jika adik-adik yang masih skripsi ataupun semester 6 kebawah dari sekarang menyiapkan/ memperkuat kemampuan bahasa inggris (TOEFL ITP, TOEFL iBT, IELTS), #saran saya jangan keburu les dulu, mending self study dibantu dengan buku berkualitas seperti Barron's dll. Selain, menghemat waktu dan biaya, karena sebenarnya kemampuan bahasa dapat dibentuk dari kebiasaan :), practice, practice and practice



Kamis, 05 November 2015

one day, every day

Dia begitu sejati padaku, melewati jalan kehidupan, terjal batu aspal, terik panas mentari, dingin basah setiap tetesan air dari langit dan bahkan ikut merasakan setiap kesejukan atmosfer bumi yang menyambutku setiap hari. siapa 'dia'? Chacha, sepeda berwarna peach bermerk United yang penuh loyalitas. tak pernah merengek dan selalu besedia ku ajak melalang buana menyusuri kota 'Apel'. "Tak apa ya, kita hari ini harus berlari lebih jauh?" kataku. Ku merasakan kepasrahannya dia bersama ku. Tak pernah rewel, apalagi berpindah ke tangan orang lain, terima kasih Chacha.

Malam yang sejuk-dingin disertai tetesan lembut hujan langit, menambah ke-soulmate-an kami, ku ajak dia mengingat Tuhan semesta alam, dan set... terbesit ingatan mimpi-mimpi yang ingin ku capai, ku bertanya padanya, "apakah ini akan hanya sebuah fatamorgana mimpi, ataukan mimpi yang muncul karena ia merupakan jalaran dari takdirku?". Berkali ku bertanya padanya, lalu dia menjawab "teruslah mengkayuhku....". Kini lampu jalanan yang tembus diantara dahan-dahan basah, begitu terangnya meski ia muncul agaknya memaksa, karena tertutupi dahan dan daun. Lagi, ku bertanya kepada si lampu jalanan, yes!, jawaban berbeda kudapatkan, "selalu ada harapan, walau hanya satu titik". akhirnya kupenuhi pinta chacha. terima kasih Chacha dan Lampu jalanan, kalian telah mengajariku sebuah "usaha tak boleh dihentikan, karena harapan pasti ada". Inilah yang bisa ku sebut Ikhtiar.

Jalan area kampus malang semakin menunjukkan keramaiannya, seperti ingin meniru jakarta sebagai kota metropolitan, hei, yang benar saja, ini bukan malam minggu. Rumah berjalan berjajar 2, di sela-selanya kuda ber-BBM pun tak mau kalah merebut posisi terdepan, lalu, kemana Cha-cha akan ku arahkan, kalau begini 5 km/jam pun jadi, hufft. Sembari itu, pikiran yang kosong ini akan segera terisi tentang mimpi 'lagi'. Kali ini yang kulihat betapa anggunnya bulan purnama, ciptaan-Nya sungguh sempurna tanpa cacat, kuarahkan 5 jemariku ke atas kepala, seolah ingin merasakan ketentraman bulan bahkan rasanya ingin mengambilnya, dan ku bawa pulang. Lagi-lagi dengan kecepatan kurang lebih 20 tahun cahaya , kulesatkan pertanyaan yang sama, berharap dalam beberapa detik dapat dijawab olehnya. Jawaban kali ini sangat menentramkan kalbuku, "Allah menciptakan ciptaannya tanpa cacat ataupun sia-sia". Terima kasih bulan, pesanmu sangat berharga bagiku, kini kumenyadari, bahwa Tuhanku selalu akan ada disisiku, tak pernah meninggalkanku, semakin yakin bahwa GOD+ME=ENOUGH, seperti kata salah seorang penulis favoritku. Sebuah Doa, sangat cukup bagiku.

"Hei, tak adil ya rasanya, mereka semua (red, kendaraan bermotor) menyumbangkan asapnya demi kelancaran polusi udara, sedang aku tak pernah, tapi tentu saja bau-bau ini aku merasakannya, dan ku tak suka, ayolah lebih cepat kita berlari, kau pun juga tak tahan kan?", Chacha mulai demo padaku. 
ku kayuh, memiyak-miyak celah jalanan, akhirnya kudapati lagi penasehat-penasehatku, kali ini bukan lampu jalanan ataupun sang bulan purnama. melainkan, seorang anak manusia di tengah tengah perempatan  jalanan yang menjajahkan kacang asinnya kepada para-para pesetia lampu merah yang setia menemani hingga lampu berganti warna lainnya, sangat setia bukan?. Sekali lagi, kulontarkan satu pertanyaan kepada anak manusia ini, kali ini berbeda, "Apakah kau yakin, kacang-kacang itu akan habis dalam waktu malam ini, ataukah akan kau jual besok pagi sisanya? berarti hari ini sedikit bukan uang yang bisa kau berikan ke keluargamu?, tentu melalui batin ku ajukan pertanyaan ini padanya, pandangan matanya seolah dengan tegas menjawab, "aku dan keluargaku selalu ada dalam lindungan Allah dari kelaparan, sehingga ku tak pernah resah". Betapa beliau melalui celah hingga sebuah kiriman datang ke sanubariku, sebuah surat ternyata, yang berisi "Engkau akan selalu dalam pengawasan-Nya, serahkan semua padanya". semakin adem hati ini, Allah selalu bersamaku, innallaha ma'ana. Akhinya kusebutnya Tawakkal. 

Terimakasih Chacha yang telah mengisi hari ini dan hari-hari yang lain. Hari ini, kuyakin bahwa hidup tak sekedar 'Penuh perjuangan' namun lebih mulia dari yang kita bayangkan. Ia adalah rangkaian kata berpisah namun bersatu. yaitu IKHTIAR, DOA, dan TAWAKKAL.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Such a rainy when sunny shining :)

Assalamualaikum

Sekian lama saya tidak meramaikan blog ini. Padahal sejak pertama bikin blog, berazam, akan selalu menulis sebuah karya dalam seminggu. Alhasil? nihil. hahaha. Entah kenapa, saya sendiri tak tahu, kalau ingin punya kebiasaan baik, selalu ia akan terputus ditengah jalan. Keistiqomahan, iya, memang merupakan sesuatu yang sulit.

Actually, saya tiba-tiba pengen obrak-abrik blog ini. Tiba-tiba? apa sebabnya?. Iya, karena inspirasi. kemudian dimana saya mendapatkannya? tentu dari blog walking orang-orang hebat. First step will be created by inspiration, Proof it!. Sehingga izinkan saya berterima kasih kepada orang-orang di luar sana yang telah menginspirasi saya. FYI, Well, jangan kaget jika gaya bahasa yang saya sampaikan mulai detik ini tidak akan se-alay dulu. Totally, I'd like to change my mimic on the right way. 

First of all. Tema tentang apa yang akan saya sampaikan hari ini? sebuah buku fenomenal, yang didalamnya totally about motivation, islami. Saya memang suka membeli dan membaca (tapi tidak beli :D) buku motivasi. Mulai dari pengarang Maxwell dengan beberapa serialnya, Kubik Training, Ahmad Rifa'i R, Ipho, Ust Yusuf M dan beberapa yang lainnya. Menurut saya, dari sekian itu, saya merasa satu sama lain saling melengkapi, dan memang saya merasa sangat 'segar' setelah membacanya. Namun, ternyata di dunia ini ada satu buku yang benar-benar merubah saya. mengembalikan semangat saya dan yang terpenting tetap pada ranah keimanan dan ketakwaan.

La Tahzan, karya Dr,'Aidh al-Qarni. Buku tersebut tidak hanya menginspirasi saya, tetapi juga sangat merubah diri saya, amin insya Allah. Sebenarnya saya telah lama tahu buku tersebut, saat ke toko buku, sayangnya buku ini selalu saya lewati. Yupz, karena memang sampulnya yang terlalu serius, dan harganya mihil, sehingga saya lebih memilih buku yang lebih tipis, dan pas untuk kantong mahasiswa. Alhamdulillah right now, it will be a good advise ketika saya 'tersesat', ehehe. Then, bisanya saya beli buku itu? why?

Judul: La Tahzan, artinya Jangan Bersedih. Saya telah membeli buku tersebut jangan dikira karena judulnya yang pas banget ketika saya jalan-jalan sendiri di sebuah toko buku dalam keadaan ber-kantong mata sembari meratapi nasib. Berjalan ling-lung, lalu pertama yang dituju adalah rak buku "motivation" sambil meraba-raba buku, dan setttt lalu mewek layaknya mendapati sebuah judul buku sedang menasehatiku. No, No, Ofcourse not. Apalagi buat promosi karena setelah membacanya, I do posting to this blog. Well, its what I used to do. haha.

Ketika itu, saya bahagia banget karena bisa bertemu dengan adik angkatan saat menghadiri job fair UB 22 oktober (bukan menghadiri sih sebenernya, tapi hanya duduk-duduk di depan sakri sambil nugguin beberapa teman). FYI, haha, jika dipikir, saya terlihat aneh unik banget saat itu. Pengen berkunjung ke malang karena sembari ada janji sama dosen pembimbing saya, juga ingin berkunjung ke Jobfair, tapi not for seeking job opportunities -_-. just wanted to meet friends. Bayangkan saja, ke kampus, yang tuju ke job fair, sendirian, tangan kosong, tas kosong, dan berharap bertemu temen-temen. hahaha -_-. freak? ga juga. Beruntunglah saya di tengah perjalanan betemu teman angkatan, dan akhirnya misi telah membuahkan hasilnya hihi. Well, akhirnya saya sendiri lagi ketika keempat teman saya masuk ke gedung jobfair. Saya duduk di depan Sakri, bersamping dengan orang berdiri yang membagikan selembaran, sembari berharap bertemu dengan teman-teman, karena pasalnya, jobfair ini akan dihadiri bukan hanya alumni UB. Berharap bertemu teman lama, teman SMA, dan...Alhamdulillah, saya bertemu beberapa teman SMA, padahal gak ada janjian sebelumnya. Senang rasanya :). And the last time, saya bertemu tidak sengaja dengan adik angkatan, Silva namanya, lalu kami memutuskan untuk taking a walk sebagai agenda temu kangen dadakan. hahah.

Di toko buku. Tiba-tiba dia menunjuk sebuah buku, berjudul La Tahzan. dan spontaneously, she said "Aku sudah ga pernah beli buku motivasi lagi, setelah punya buku itu mbak, bagus banget, dan kurasa cukup buat motivasi kalo lagi ga bersemangat". What the... Tak ambil diam, lalu saya baca beberapa lembar, akhirnya saya membelinya. hahah.

Jujur halaman pertama saya telah menangis dibuatnya. Dan sekarang saya masih dalam proses membacanya heheh. Dilain waktu saya akan memposting beberapa hal yang saya dapatkan dalam buku tersebut.

Thats all, why its called Such a rainy when sunny shining, karena saya sedang kangen hujan.
apa hubungannya? Forget it -_-