Selasa, 13 Februari 2018

Bakso yang berakhir dalam dekapan roti sandwich!

"Tak kusangka, ceritamu kan berakhir dalam dekapan roti sandwich" sambil geleng-geleng ku katakan pada bakso buatan ku.

Hari ini, tanggal 14 februari, saya akan kedatangan tamu istimewa dari Sydney, Mba Rani, teman seperjuangan saat bertarung mengahapi IELTS, yang akhirnya Alhamdulillah kami berdua serta banyak teman lainnya berhasil menakhlukkannya meski harus terseok-seok dalam masa (waktu) perjuangan yang tidak sama antara satu dengan yang lain, tak mengapa, semua akan indah pada waktu yang tepat, isn't it?. Mbak Rani yang sekarang sedang akan menempuh semester ke tiga sekaligus terakhir di Macquire University, Sydney Australia, berazam bahwa harus mengunjungi kota cantik Melbourne sekaligus silaturahim ke saya, maa syaa Allah.. terharu..

[13 februari 2018]
Jadi, atas kabar gembira kedatangan mba Rani ke Melbourne, saya berencana untuk membuat suguhan yang hampir semua orang suka; Bakso. Ya, berhubung ini berada di kota melbourne, jadi sedikit kewalan untuk 'mencari bakso', sebenarnya ada satu mbak2 dari Indonesia, menerima pesanan bakso, namun sayangnya beliau sedang sibuk, sehingga belum bisa melayani pesanan dalam weekdays ini. Setelah kepo tentang bagaimana cara mebuat bakso yang benar, akhirnya saya capcuus memutuskan untuk membuat bakso, berangkat ke pasar, beli bahan dan bumbu2, sedangkan rempah tidak perlu karena stok masih ada di rumah, ditambah belanja buah dan snack untuk suguhan.

Dengan PD nya, 1 kg daging giling yang saya beli, padahal pada dasarnya saya tidak terlalu menyukai daging2 an, 1 kg daging giling ini menjadi the first mince beef I have ever bought since the last 6 six months I've been living here. Ya, benar, saya lebih menyukai telur dan ikan, mungkin sejak kecil ibu saya yang jarang memasak sumber protein hewani satu ini, dan lebih sering memasak si empuk telur dan ikan sebagai sumber protein dalam tubuh.
Kembali, dengan segala ke PD an, yang 'ainul yaqiin-nya 98%, bakso buatan seorang afida (yang tak pernah masak masakan aneh2 ini) akan berhasil seperti yang tertampil di foto-foto di internet ataupun seperti penampakan bakso yang di sajikan di warung-warung pinggir jalan. Nyam!

Oke, semua bahan beres, daging, tepung tapioka, tepung terigu, putih telur, garam, merica bubuk, bawang, dan daun bawang siap untuk diuleni. Plung, 1 bulatan bakso akhirnya terjun dan tenggelam dalam air mendidih. Oh, what happened? ternyata di bakso yang awalnya berbentuk bulat cantik, setelah berada dalam air panas yang bergejolak itu akhirnya berubah bentuk menjadi tak beraturan. setelah itu, saya cek kembali resep bakso dari berbagai sumber yang ada di internet, dan..... lemas, ternyata komposisi perbandingan tepung tidak sama antara resep satu dengan yang lain, telfon ibuk, hmm lagi-lagi resep yang berbeda, beruntung hanya setengah kilo yang saya olah, setengahnya lagi sudah disimpan dalam freezer. Akhirnya, trial and error (salah satu metode penyelesaian masalah dalam Teknik Kimia) akhirnya harus dilakukan, tambah tepung tapioka 1 sendok, uleni, bentuk, cemplung, angkat, lihat bentuknya, makan. Ah kurang, lagi, tambah tepung terigu 1 sendok, uleni, bentuk, cemplung, angkat, lihat bentuknya, makan. Ah kurang... trial lagi, trial lagi, lupa sampek berapa kali, sudah menunjukkan pukul 10.30 pm, ah ngantuk,udahlah, semua adonan akhirnya terbentuk, dan jadi...

alhasil, sangat jauh dari ekspektasi..dari bentuk, kalau rasa lumayan, tapi tentu tak se lezat dan jauuuuuh dari bakso yang disajikan di warung-warung pinggir jalan. Alhamduillah.. (setelah membatin kok bakso saya begini ya, langsung teringat, makanan tidak boleh dicela fidaaaa T.T).

[14 Februari, pagi hari] Okay, besoknya, saya melihat kembali keadaan bakso-bakso yang malang itu, akhirnya saya memutuskan untuk menggorengnya saja untuk tambahan sajian camilan nanti. ''maafkanku ya nak Bakso, dari pada kau ku tenggelamkan di kuah bakso, sepertinya harus ku sulap kau menjadi sesuatu yang lebih menarik sesuai dengan keadaanmu, maafkan" #maaf atas butiran drama ini.

dan tat ta raaa.. jadilah sandwich bakso. Alhamdulillah.

Apa hikmah yang bisa diambil?

1. Apapun yang diawali dengan kesombongan, akan berakhir pada kekecewaan. Karena sebelumnya, saya begitu tinggi mengatakan "ah, bisalah, masak buat bakso aja ga bisa", padahal saya juga paham sekali, kalau saya bukan tipe wanita yang pandai masak. huhu, masih harus belajar.

2. Never afraid to try something new. Dan kalau sudah begini, kan jadi tau kalau ibu2 yang pandai masak itu sangat pantas untuk diapresiasi. dan kita yang belum bisa memasak, juga harus sedini mungkin untuk mengawali yang namanya memasak, (selfreminder, hei kamu afida, yang masaknya asal2an, bahkan setiap masakannya ga terdeteksi nama makanannya apa). Its Okay, bukankan seorang ekspert dulunya juga seorang beginner?. #menghibur diri sendiri

3. Jangan pernah mencela makanan. Guys, apapun kondisi makanan jangan mencelanya ya, (biarkan saya tadi aja, khilaf, kita jangan lagi melakukannya) karena makanan adalah bentuk rezeki, huhu.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, “Belum pernah Rasulullah mencela suatu makanan. Kalau beliau suka, makanan itu dimakannya, dan kalau beliau tidak suka, ditinggalkannya.” (Muttafaq ‘alaih)

4. Percayalah, semua jangan dibuat ribet, yang akhirnya hal yang tidak ribet menjadi ribet, sebenarnya keribetan itu adalah hal ribet yang sesungguhnya. Intinya, make it simple.

5. Sudah sampai disini saja, hehe, Assalamualaikum.


Daaan, Terimakasih ku ucapkan pada bakso yang penuh hikmah :')

#btw, ini ngetiknya tanggal 14 loh, kok di tampilan atas blog tanggal 13 :D hahaha LOL.. spertinya dia belum bisa move on wkwk

Minggu, 28 Januari 2018

Apa sih happy yang haqiqi?

Beberapa waktu lalu saya mendapati sebuah pesan di sebuah grup WA, sebuah tausiyah singkat tentang "Tujuh Indikator Kebahagiaan menurut Al-Quran", dan disini akan saya share tentang sekelumit ilmu yang saya dapatkan tersebut, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Sebelumnya guys, pertama-tama, mari kita renungkan terlebih dahulu. Manusia hidup dengan segala hiruk pikuk kegiataannya, tujuannya adalah berharap untuk meraih sebuah kebahagiaan. Setuju? kalau saya sih setuju. Namun guys, percayalah kebahagiaan sejati adalah kebahagiaan akhirat :). Lalu, ketika kita capek, misal capek bekerja atau misal capek dengan urusan di rumah, mereka pasti butuh yang namanya refreshing bukan? nah, bagi setiap manusia, ternyata refreshing itu berbeda-beda ya. Ada yang dengan jalan-jalan, makan di restoran yang enak, yang penting memanjakan diri dengan segala fasilitas di dunia ini. Ada yang refreshing yang paling segar adalah pulang ke rumah bertemu keluarga besar, bercanda tawa, berbagi cerita dengan mereka, ada yang refreshingnya adalah ikut majelis ilmu (ngaji) atau tilawah bersama keluarga. Ini yang maa syaa Allah.
Nah, sebenernya nih, kalau misal kita merasakan bentuk 'refreshing' semua yang diatas, pasti (atau ga tau, mungkin orang berbeda-beda ya) lebih membahagiakan ketika sebuah refreshing tersebut berupa sesuatu yang mendekatkan kita dengan Allah. Misal, jalan-jalan, harusnya semua itu membuat kita ingat dan menambah keimanan kita kepada Allah. Bukankah Allah sendiri yang menjamin dalam Al-Quran, alaa bidzikrillahi tathmainnul quluub.. (di dalam QS. Ar Ra'du:28) hanya mengingat Allah hati menjadi tenang. Dan seharusnya kita harus ingat bahwa kita semua ini akan kembali kepada yang memiliki kita, yaitu Allah. Dan, segala yang kita butuhkan itu ada di dalam Al-Quran. Jadi ibaratnya, kalau sebuah alat/mesin yang dibuat oleh manusia ada SOPnya (buku panduan pemakaian), maka manusia pun juga punya petunjuk/pedoman jalan hidup dari Tuhannya yang menciptakannya, yaitu Al-Qur'anul Kariim, kata Pak Ustadz begitu.

#Jadi sedih banget sebenernya ketika ada orang (apalagi orangnya muslim) yang berusaha untuk 'membuktikan' isi Al-Quran dengan versi ilmiah, sebenernya bagus kalau itu diniatkan memang untuk menambah keimanan, dan mungkin di niatkan untuk sarana berdakwah kepada non muslim, tapi jika untuk membuktikan 'apa bener begitu?' #semoga jangan yaa.. Alangkah baiknya akal ataupun kecerdasan yang Allah karuniakan kepada kita sebagai manusia bisa kita gunakan untuk tafakkur dan juga bisa memberi manfaat kepada orang lain. semoga kita semua termasuk kedalam orang-orang yang senantiasa selalu berusaha untuk meluruskan niat dan berusaha menaikkan iman. ingat saudaraku, ada akal ada hati, ada yang terlihat dan ada yang ghaib, tidak semua yang ada di kehidupan kita itu bisa kita lihat, bisa kita pikir dengan akal kita. Ketahuilah, ada sesuatu yang kalau kita masukkan ke akal manusia tidak akan kuat. Itulah tanda kebesaran Allah :).
btw, tentang hidayah, berdasarkan penjelasan ustadz Adi Hidayat, Lc MA di youtube. Jadi, hidayah itu guys, sebenernya Allah sudah ngasih kepada kita loh, karena kemurahan dan kasih sayang Allah, Allah itu ga mau kita jauh dari-Nya, Allah selalu ngasih tau ke kita 'hei, kalau mau hidup/ jalannya hidup itu begini, Aku sayang hambaku, jangan jauh dariKu yaa' . Nah, kapan sebenernya hidayah itu datang?, salah satunya adalah ketika kita menyaksikan orang yang rajin sholat ke masjid misal, ngaji dan sebagainya, atau kita dikirimkan Allah seseorang di dekat kita yang bisa membawa kedekatan kita sama Allah (misal kita di ajak untuk kebaikan), nah itu sebenernya petunjuk, tinggal bagaimana hati kita merespon ketika kita melihat seperti itu. Kita dengan kesungguhan kita memang ingin meraih kebahagiaan dunia dan akhirat merespon dengan baik kesempatan itu, atau kita tidak menghiraukannya. Mau nunggu sampai kapan guys?, ingatlah kawan, jika ada kesempatan dalam kebaikan untuk dilakukan, maka itu jangan ditunda :). Semoga kita senantiasa dicurahkan Hidayah dan rahmat-Nya aamiin.
jadi ingat dulu, salah satu masa2 indah dalam hidup saya, ketika awal masuk universitas brawijaya, di sambut dengan mbak2 rohis, dan alhamdulillah saya di ajak daftar OR sebuah rohis fakultas, di organisasi itulah, saya dipertemukan bersama temen2 yang berusaha untuk menjadi manusia yang lebih baik, ah, maa syaa Allah, temen2 yang menenangkan hati :') selalu mengingatkan saya jika salah, selalu mengajak saya dalam kebaikan. ah rindunyaaa... , (baru sekarang, ketika sudah melewatkan masa itu, ternyata berada di lingkungan seperti itu, nikmatnya luar biasa, Alhamdulillah ya Allah, terimakasih mbak2 yang telah mengajakku T.T, Allah yang membalasnya ya mbak)

hehe, maaf ya pembaca, kalau misal tulisan saya selalu berujung pada ketidakberaturan :D

Lanjut lanjut back to the topic. Jadi tujuh indikator kebahagiaan menutur Al-Quran adalah..(sumber:tausiyah singkat di sebuah grup WA)

1. Qolbun Syakirun (hati yang selalu bersyukur)
Artinya selalu menerima apa adanya (Qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat hati yang selalu bersyukur. (QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)

2. AL-AZWAJU SHALIHAH (pasangan hidup yang sholeh). Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula.
(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)

3. AL-AULADUL ABRAR
(anak yg sholeh/sholehah).
Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.
(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)

4. AL-BAIATU SHOLIHAH (lingkungan yg kondusif untuk iman kita).
Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.
(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)

5. AL-MALUL HALAL
(harta yang halal).
Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup.
(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)

6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama akan semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.
(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)

7. UMUR YANG BAROKAH.
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).

Alhamduillah semoga bermanfaat :) maaf jika ada salah kata. 

Senin, 20 November 2017

sekelumit cerita

Singapore, 18 Nopember 2017 10.00 pm

inilah.. sekelumit cerita mahasiswa teknik kimia di Monash University----

Assalamualaikum..

Hari ini, tepatnya tanggal 18 Nopember 2017, adalah jadwal saya pulang ke rumah, yeay. Setelah hiruk pikuknya kuliah, assignment, lab report dan exam, maka tak ada obat mujarab untuk menumbuhkan semangat lagi selain pulang dan bertemu orang tua T.T, bahkan ajakan temen untuk berlibur ke Sydney dan Canberra masih kalah dan akhirnya lenyap terbenamkan oleh iming-iming rasa rindu dengan segala kesederhanaan yang ada di kampung halaman. Huhu.. jalan2? Nanti aja lah, kalo semua gejolak ini selesai teratasi, #oposeh fid -_-

Jadwal keberangkatan pesawat sebenernya pukul 12 siang, tetapi pukul 6 pagi saya sudah berangkat dari rumah, hehe. Maklum, karena baru pertama naik public transport yang beneran ‘umum’, bukan skybus ataupun uber/taksi yang bisa nganterin langsung ke bandara. Selain selisihnya lumayan; kalo naik public transport dari rumah sampai bandara biayanya hanya sekitar 7 dollaran, kalo naik skybus bisa sampai 20 dollar atau kalua naik taksi/uber bisa lebih mehong lagi hehe. Maklumlah, mahasiswa, harus medit, #plaak. Yah, walaupun begitu, pasti secara efisiensi waktunya, beda banget lah, hehe, secara kalua naik public transport opernya sampai 3 kali wkwk, train-train-bus. Sekitar 7 jam perjalanan di atas udara dari Melbourne menuju Singapore, berhubung ga ada aktifitas yang dilakukan, ya saya tidur aja, wkwk. Sampai di Singapore pukul 5.12 sore, langsung sholat makan dll. Hingga sekarang ni nih, pukul 10.00 malam waktu setempat, bingung mau ngapain, baca buku, udah, trus mau tidur, tadi di dalam pesawat tidur terus. Secara, transitnya 12 jam (pesawat dari Changi ke Juanda Surabaya besok pagi pukul 7:40 pagi) serasa I’tikaf di changi tau gak sih -_- , yaudah nulis blog aja wkwk, jadi beginilah, tulisannya bakalan random se random randomnya haha.

Well, kali ini mungkin saya akan sedikit menceritakan pengalaman kuliah di Monash University, Australia, master of advanced chemical engineering. Oke, jadi yang pertama, setelah dinyatakan secara resmi sebagai awardee lpdp dan LoA unconditional sudah ditangan, barulah segala keperluan seperti VISA, tes kesehatan, mengurus CoE, akomodasi dan segala macem bisa di eksekusi. Saya intake bulan juli, masuk kuliah pertama tanggal 26 juli, dan saya berangkat dari Indonesia menuju Melbourne pada tanggal 5, kurang lebih 1 mingguan setelah lebaran, nyesek tapi bahagia :D. Tiba di Melbourne pada saat itu pukul 11 an pagi, dan suhunya kalau ngga salah 6 degC. Lagi musim dingin, hmm dan lucunya, berangkat dari rumah dalam keadaan meriang tak karuan, masih minum obat, dan sampai Melbourne, langsung sembuh. Hmm plasibo effect kali ya.   

Jadi, master of advanced engineering disini bisa ditempuh selama 1 tahun bisa juga 2 tahun. Apa bedanya? Kalau satu tahun, karena per semester total 4 matakuliah (24 credits) yang di ambil, jadi kalau satu tahun total creditnya hanya 48 atau 8 matakuliah total. Sedangkan program 2 tahun, akan belajar sebanyak 96 credits atau 16 matakuliah total. Lha trus, Matakuliah yang bagaimana yang akan diambil oleh mahasiwa 2 tahun yang ga akan diambil oleh mahasiwa 1 tahun? jadi kalau satu tahun matakuliah yang di ambil adalah semua matakuliah yang memang master unit (kalau di monash kodenya berawalan angka 5…., contoh ENG5001, yang artinya tahun ke 5à master), Nah, sedangkan kalau program 2 tahun, bisa milih 2 matakuliah elective (matkul pilihan) tiap semesternya pada tahun pertama. Selain itu, di tahun kedua, mahasiswa dengan program 2 tahun akan mengambil matakuliah ‘project’, istilahnya thesis lah, jadi ada 2 project tiap semester, tapi masing masing project di kerjakan selama 1 tahun. Project yang pertama bernama Advanced design project, yang itu project kelompok dengan anggotanya random lintas jurusan (mechanical, chemical, electrical dll dicampur jadi satu) sedangkan project yang kedua bernama engineering project dikerjakan secara individu, yang isinya ngelab dll (thesis).

Pengalaman saya kuliah disini sebenernya masih masih sangat sangat sedikit sih, jadi saya menjelaskannya juga sebisanya aja ya, hehe.

kuliah di semester pertama saya mengambil matakuliah Engineering entrepreneurship (sebagai matkul wajib master), Engineering Performance analysis (sebagai enhacement unit) dan juga Process control (atau Pengendalian proses) dan Nanotechonology and material yang keduanya sebagai matakuliah pilihan. Sebenernya, matakuliah pilihan (untuk master) itu merupakan matakuliah wajibnya anak bachelor disini. Sehingga, ya mayoritas dikelas tertentu (yang elective unit) adalah mahasiswa S1. Nah, namanya juga kuliah di negara maju ya, kita harus sadar akan itu, jadi usaha belajarnya juga di tambah lagi huhu. Tapi kalau dijalani ternyata seru juga. Hehe. Jadi disini lecturenya (kuliahnya) hanya 2x1 jam saja perminggu, tapi tiap matakuliah juga ada yang namanya tutorial class yang durasinya 2 jam perminggu. Di semester 1 ini, ada 2 matakuliah yang butuh ngelab. Hmmm jadi lumayan, tiap hari memang selalu ngampus haha.

Yang paling membuat saya bersyukur kuliah disini adalah dosen menerangkan semua aspek dr setiap unit. Setiap matakuliah dikuliti satu persatu, alhasil memang dibayangkan secara real gitu di pabrik process/systemnya bagaimana. Misalnya, process control (matakuliah s1, yang saya ambil lagi sebagai matkul pilihan disini), di matakuliah ini dosen menjelaskan mulai dari process control (P,PI, PID) simple model, advanced process control (cascade, feedforward+feedback),RC,DCS, MPC/DMC, practical control serta segala instrument dan sistemnya di masukin di lecture (bener2 satu buku setebel itu dibabat habis sm Ibunya) masya Allah.. . memang sulit sih, tapi itulah proses belajar. Jadi mudah-mudahan sedikit banyak mungkin ini salah satu yang bisa saya bawa balik ke Indonesia hehe. Aamiin.

Lanjut… lalu bagaimana tipe2 tugas disini? Yang pertama ada Assignment, lab report, ada juga dalam bentuk literature riview dan juga long project.

Kalau assignment, biasanya dikasih dalam bentuk studi kasus gitu, misal kemarin di matakuliah process control, tugasnya dalam bentuk soal2 berkenaan dengan process control di Neutralisation Plant, dikerjakan berkelompok, dan waktu pengerjaan 2 minggu. Kalau kemarin ada 2 assignment di matkul tsb.

Nah kalau lab report, yah laporan praktikum seperti biasanya.

Literature riview, sebenernya ini bisa disebut kayak makalah sih. Tapi, cara pengerjaannya bener2 beda banget. Kalau di S1 dulu kalau ngerjain makalah, tiap paragraph bisa ‘ngopy’ (ya meskipun ada citation ya). Kalau disini, boro2 ngutip separagraf, satu kalimat aja, polanya sudah bisa dengan mudah terdeteksi plagiarism oleh om “turn-it-in” sebuah aplikasi dari kampus untuk submit tugas. Jadi bener2 harus baca jurnal, dimengerti, dan ditulis dalam Bahasa/kalimat sendiri. Dan biasanya toleransi kadar plagiarism yang terlacak oleh si om “turn-it-in” tidak lebih dari 15-25% kalau di engineering. Jadi, kalau metode saya (biar mudah) adalah, jika memang misal di satu jurnal tersebut sangat berkaitan nih di topik kita, baca tiap-tiap paragraf, dimengerti, lalu diekstraksi jadi satu kalimat dgn Bahasa sendiri, dengan menjaga koherensi di setiap paragraph hingga urutan setiap sub bab. Itulah mengapa mahasiswa disini (bukan hanya disini saya yakin tapi juga seluruh mahasiswa di negara maju) mereka mempunyai kemampuan menulis yang mantep, karena memang sistemnya aja begitu. Literature riview tergolong tugas individu.

Nah kalau long project adalah tugas kelompok biasanya, kenapa disebut ‘long’ karena tugas macem ini di release saat minggu ke 3 masuk kuliah, dan dikumpulkan di akhir perkuliahan (dalam bentuk presentasi dan long report). Nah tugas macam ini biasanya tugasnya matakuliah master, karena memag butuh waktu lama untuk pengerjaannya, butuh modeling lah, analisa satu persatu, dsb.
Lalu, diakhir, ada yang namanya exam, tak usah dijelasin ya tentang ini, kayak ujian pada umumnya kok, hehe. Eh iya, ada beberapa matakuliah yang ada mid-testnya juga.

Then… I am ready for the next semester…. #sok sok an, padahal dalam hati ketar ketir nunggu nilai exam keluar T.T

Mudah2an ada manfaat ya.. tak lain hanya untuk memotivasi temen2 yang pengen kuliah di LN J

Jadi intinya kuliah di luar negeri itu seruuuu… yok kuliah lagi! J

Senin, 25 September 2017

Bersyukur

Satu kata, terlihat sederhana, mudah di ucap, namun sebenarnya beragam makna didalamnya dan tak gampang dipraktekkan di kehidupan. Bersyukur, apakah hanya kita lantunkan kata 'Alhamdulillah'  lalu kita bisa dikatakan hamba yang bersyukur? wallahu alam, tapi harusnya semua yang terucap dilisan kita adalah representative dari apa yang dari dalam hati kita, bukan begitu? bersyukur sejatinya adalah selalu menerima dan ridho dengan apa yang telah Allah beri, atas segala nikmat yang telah kita peroleh. Helo guys, Allah itu yang maha menjamin hidup kita loh, "Allah yang mengatur urusan makhluk-Nya...'' Ar-Rad:2, " dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula)..."(Al-An'am:59) coba bayangin, se-sepele apa gitu, daun jatuh, dibanding kita, yang segede ini. Pasti segala sesuatunya Allah yang menjamin. Allah yang melidungi. Allahu akbar.. dan kita? (eh kok kita, aku ding), kapan terakhir kita  aku bersyukur? T.T. Hati kita seharusnya selalu bersyukur tiap saat, nah bagaimana wujud syukur selain hanya mengucap hamdalah? (saya nulis ini sejatinya buat catatan aja dan nasehat buat diri sendiri hasil dari ilmu yang telah saya dapatkan akhir2 ini, biar gak lupa hehe)

1. Selalu mengerjakan ibadah dengan sebaik-baiknya
Pastilah, jika kita berterimakasih kepada Allah, kita harus menunaikan kewajiban kita sebaik mungkin. Bayangkan mungkin saat ada atasan kita yang telah baik hati kepada kita dengan memberikan cuti yang seharusnya ga bisa kita dapatkan, pasti kita ingin berbalas budi dan berusaha mempersembahkan hal-hal yang terbaik bukan?. Ini Allah loh, yang ngasih udara, rezeki, jodoh, dan semua mua nyaa.. apakah kita menunaikan hak-Nya dengan asal-asalan? padahal sebenernya ibadah-ibadah yang kita lakukan pada hakikatnya adalah untuk kebaikan kita sendiri. Sholat tepat waktu (ini sih yang paling mendasar) jika kita masuk kerja pukul 8 pagi, jadwalnya emang 8 pagi, bagaimana, biasa kan. Kalo sholat, adzannya pukul 12.12, kalo datengnya pukul 12.12 itu biasa sebenernya. Kalo kata ustadz Adi, itu iman masih standar T.T (apalagi aku yang sering ulur2 waktu sholat T.T) iman dibawah tanah kali ya T.T. Mulailah, kita biasakan dari sholat yang telat-telat menjadi tepat waktu atau yang terbaik adalah sudah siap2 dan wudhu sebelum adzan. Allah pasti senang kan lihat hamba seperti ini? Biar Allah makin sayang sama kita, karena jika Allah sdh sayang kepada seorang hamba, pasti dibimbing kok langkahnya (selalu diberi hidayah) bukan kah ini yang selalu kita butuhkan? oh, iya ngomong2 soal hidayah, kita harus memintanya kepada Allah terus menerus, ada masalah, doa mohon hidayah, ketika lihat matakuliah2 yang susah, mohon hidayah, artinya mohon pembukaan jalan2 yang tertutup agar bisa kita lewati. Sebaik-baik ibadah adalah dilakukan dengan niat yang benar/lurus guys.. Lihatlah bagaimana Rosul telah menekankan dalam hadits, "Innamaa a'malu binniyat", segala amal tergantung bagaimana niatnya. contohnya wudhu, jika kita hanya sekedar wudhu, lupa niat, dikakukan dengan tanpa memperhatikan tata cara yang benar seperti yang Rosul ajarkan, ya kita akan kehilangan segala keutamaan-keutamaannya. padahal wudhu jika kita bener2 niat dan melakukannya dengan benar maka dosa2 kita akan jatuh bersama setiap tetesan air wudhu. T.T, apalagi ibadah yang lain, seperti puasa, sholat, berbakti kpd orang tua, dll T.T. sesuatu yang mubah saja jika kita melakukannya atas dasar sunnah nabi, teritung juga sebagai pahala, apa ga mau? bukankah sebaik-baik perniagaan adalah berniaga dengan Allah?, kita ga mungkin rugi. kita melakukannya yang terbaik, Allah kasih pahala. :)

2. Selalu semangat
Selalu semangat apapun yang kita kerjakan entah itu kesibukan dunia apalagi akhirat, kita harus semangat. Bagaimana bisa kita menunjukkan kesyukuran apa yang kita peroleh dengan hanya duduk diam dan bermalasan-malasan?(nampar diri sendiri T.T #plaak),

3. Istiqomah


4. Selalu menebar kebahagiaan kepada orang lain
ambigu ya kalimatnya, maksud disini adalah membahagiakan orang lain. Jika kita sedang memperoleh kebahagiaan, kita juga harus mentransfer kebahagiaan itu kepada orang lain. bagaimana caranya? ya bahagiakan mereka, entah itu hanya senyuman, bercerita yang menyenangkan, membantu, dll.

Ingat, bersyukur bukan hanya saat kita lapang saja tetapi setiap saat, sempit maupun lapang. Padahal guys, sejatinya apapun musibah yang kita peroleh, itu patut disyukuri. Karena Allah selalu mengganti apa yang telah hilang dengan yang lebih baik. kalo kita bisa bersabar. :), Innama'al usri yusro. apalagi kalo kita dapat kelapangan, wajib kita bersyukur kepada Allah.

Kamis, 17 Agustus 2017

nulis santai (curhat) ra jelas

rasanya kata-kata 'aku suka belajar' yang sering kali ku ceritakan kepada banyak orang ketika mereka menanyakan mengapa setelah S1 ga bekerja, rasanya semua itu mau akan nyaris pudar. Oh afida, mengapa? mengapa?. well, akhir-akhir ini entah mengapa rasanya begitu lemah banget. mikir dikit ga kuat, mikir dikit ga kuat. Padahal dulu rasanya nyammm kalo ketemu soal2, atau jurnal2 tentang teknik kimia (sok sok an), tapi sekarang? aku juga ga tau kenapa jadi seperti ini, rasanya otak mulai melemah..dan.. terkait perasaan, rasanya juga melemah :( kenapa ya Allah, maafin hambaMu. Sudah cantik depan laptop, mau bikin review jurnal, eh malah yang dibuka youtube, rasanya enak banget gitu dengerin kajian.. pengen ninggalin semua ini, toh ini kehidupan dunia...
pengen sedikit cerita, semakin kesini-semakin kesini, tau kehidupan luar, belajar di negeri orang... makin yakin, kalo dunia hanya permainan. serius. jadi? pengen ninggalin? itu namanya ga syukur kamu fid.. T.T, #bener2 butuh asupan nih kayaknya...

hayo hayo, luruskan luruskan...
bener memang dunia hanya permainan. mangkanya kita di dunia ini, jangan diambil serius, yang diambil serius itu kehidupan akhirat aja. maksud serius disini jangan di taruh kedalam hati. ngomongin hati -_- #duh jangan baper.
Tapi guys, begini, berdasarkan beberapa literature yang saya dapatkan #cie, literatur#jadi inget paper, sok lupa padahal ngetik ini didepan para prajurit paper menanti tuk di mengerti #opo seh. lanjut.. ladang pahala itu adanya kan cuma didunia. so, buat dunia ini sedemikian rupa jadi ladang akhirat. dapet kesempatan misal ketrima kerja di pertamina, exxon, biasanya gajinya gede tuh, berarti, itu dunia menjadi peluang kita bisa beramal lebih banyak. so, harus serius dong bekerjanya. kamu juga tuh fi, sudah dikasih rejeki beasiswa S2, itu ilmu pake sono nanti buat jadi bermanfaat banyak orang.. malah males2an gini. baperan lagi kalo ada apa-apa -_-.
ih berisik ih kalian berdua, lanjut lanjut.. lalu, apa yang dimaksud jangan di ambil hati? maksudnya kalo ada masalah ataupun dapet kesenangan melimpah ga perlu keterlaluan ngresponnya. kalo dapet masalah/musibah, yah yakin aja semua ini kan punya Allah, diri kita aja punya Allah, apalagi yang lain-lain kan. udah, kalo dapet masalah mah nggak usah dipikir #eh, kalo nggak dipikir gimana bisa selesai masalah?, hmmm, bukan begitu maksudnya, jangan dipikir terlalu mendalam, bukankah Allah menurunkan masalah speaket dengan solusi? udalaaah, Kan semua punya Allah.

jadi apa nih masalahku sekarang?
agak nggak kuat disuruh mikir lagi?huhu
nah, setelah dengerin kajian mengapa otak bisa menurun seperti itu guys?
kalo aku telaah dari diri sendiri jawabannya adalah....
1. kebanyakan dosa. huhu
2. ada beberapa kebiasaan yang baik kini telah hilang
3. ada kebiasaan yang tidak bermanfaat sering dilakukan
4. nyakitin orang tua (mungkin tanpa disadari)
5. nyakitin teman (ini sadar sih sebenernya) hehe

gimana ya caranya biar bisa balik seperti dulu?
afida 1: sudah, filter semua kelima hal itu, perbaiki yang bisa diperbaiki (pasti bisa lah diperbaiki,, kecuali hati hancur, susah tuh #hmm afida 1 jangan mulai), dan... tinggalkan yang bisa ditinggalkan.
afida ori: hmmm oke mudah-mudahan bisa
afida 2: coba kumpul-kumpul sama orang sholehah gitu, biar nular,
afida ori: yaa, bener-bener
afida 3: kata pak ustadz, sholatmu tuh perbaiki lagi, kalo sholatnya baik insyaAllah semua akan mengikuti.
afida ori: iyaa T.T
afida 4: it seems that you need a partner.
afida ori: heh, siapa sih lu? -_-


eh ngomong2, ini tulisan ga tau ada faedahnya apa enggak.. -_- cuma pengen curhat.

dan satu lagi sebenernya, kenapa ya, aku sering (ga sering sih, kadang2)  ngerasa ga dihargai gitu sama orang, sedih banget... ah sudahlah. mungkin gara2 aku sendiri mungkin yang sering ga ngehargain orang lain (mungkin perasaan ga pernah, tapi mungkin sering, tanpa kusadari) gapapa..

walah walah gitu yaa... maklum lah... saya banyak kurangnya banget yah :D
maaf deh buat teman2 yang sudah saya gores hatinya. pahala kok buat kalian hehe..

(ini tulisan bener2 ga tau arahnya kemana wkwk) ^_^V

eh eh btw lagi, ini 17an... kok menggalau gini sih.. move2.. banyak orang yang perlu dibahagiakan..#wenaaak :v pret fid



Rabu, 09 Agustus 2017

huh

You are stronger than you think.

a sentence that make me blowing up today. You are stronger than you think.

Yesterday I've just realised that one of my units that I am taking now is not affordable for me. Oh Allah, help me. Its totally about mechanical engineering. why I choosed the unit? because at the first time, I thoght that it'll be more general about "engineering performance analysis" since before I enrolled the units I've found a book related to this unit. But, when I attended the lecture after 3 weeks. Oh Allah, what kind of this unit?? T.T

I cant change the unit, its too late. Otherwise, I have to follow through the lectures week by week, and let it be..... it'll be okay Afida... you have Allah, your power.... just do that, never think to much, All will be okay... :)

I am sure it is the best way for me, from Allah :)

Kamis, 13 Juli 2017

Assalamualaikum Melbourne :)

Kalau saya harus memutar waktu dan mengingat sekitar dua tahun silam, ketika saya sedang melamar universitas-universitas di Australia melalui sebuah agency di kota malang, maka saya akan dapati usaha yang telah saya lakukan sekeras-kerasnya berakhir dengan cerita yang tak pernah disangka seperti sekarang. Yups.. Melbourne, finally I'm here. Dulu, ketika melamar beasiswa lpdp ada aja sebuah halangan (seperti yang saya ceritakan di tulisan-tulisan sebelumnya) yang jika saya menuruti halangan itu, pupus sudah, sebaliknya jika saya mengkatrol semangat saya sedikit saja, in syaa Allah, Allah akan memudahkan perjalanan saya (seperti itulah prinsip saya saat itu), innama'al Usri yusroo, innama'al usri yusroo, dan in syaa Allah semua niat baik akan Allah mudahkan untuk prosesnya :).

lanjut..
setelah Alhamdulillah akhirnya saya dinyatakan lulus pada tanggal 10 Desember 2015, saat itu saya sangka perjuangan ini telah berakhir, namun ternyata salah besar, saya malah menemukan kerikil kerikil besar yang harus di lewati disepanjang perjalanan demi mendapatkan LoA unconditional dari Universitas impian saya: Monash University. Tak lain, IELTS. hampir 1 tahun lamanya saya berkutat dengan IELTS. dan akhirnya saya dinyatakan lulus dengan skor pas-pas an di kali ke 3 ujian.
Lagi-lagi saya bersyukur tak habis-habisnya bisa melewati masa-masa sulit belajar IELTS, ya memang belajar IELTS mungkin bukan sesuatu yang susah bagi sebagian orang. Tapi, personally, saya pernah merasa stress dibuatnya. benar-benar merupakan batu besar bagi saya ketika saya harus menyelesaikan soal- demi soal yang berkaitan dengan bahasa. Bahasa indonesia saja saya harus ber-strunggle untuk memahaminya dan harus tahan dengan olokan-olokan teman karena sering kebingungan membuat dan memahami sebuah kalimat, saat saya masih SMP (itu dulu saat masih kecil) :D.

Dan, akhirnya saya bisa melewati itu semua, yang terpenting adalah doa dan terus berusaha. Allah tidak akan membiarkan kita susah terus.. :) but, I also believe that the next will be more challenging.

Sekarang saya duduk bersama teman-teman lintas negara, yeah, it is melbourne....... monash university, dream comes true. entah sudah berapa kali saya menangis ketika jalan-jalan keliling kampus. alay juga ya sebenernya. Malu? iya juga sih, mungkin dikira orang saya habis dimarahin dosen kali ya hehe. tapi serius loh :D. Rasa-rasa nya Allah begitu dekat, semua yang saya minta pasti Allah berikan. jadi kalau punya hajat apapun, minta deh kepada yang punya segalanya..pasti dikasih :)